Motivation Letter

 

Motivation Letter

Perkenalkan, Nama saya Ahmad Azri Laogi Putra. Hadir untuk pertama kalinya di dunia pada tanggal 18 Januari 2002 melalui pasangan suami-istri Fadjar Buwana  dan Meutia Lestari.

            Selama enam tahun menempuh pendidikan dasar di SDN Bendungan Hilir 03, tiga tahun pendidikan menengah pertama di MTs Al-Hamidiyah Sawangan dan menjadi seorang alumni dari sebuah sekolah menengah akhir yaitu SMKN 19 Jakarta.

            Sejak kecil, saya gemar menggambar dan memasak dari berbagai menu masakan dari internet maupun yang diberi tahu oleh ibu saya. Karena bagi saya itu adalah hal yang menyenangkan. Terasa seperti menemukan dunia saya sendiri.

        Pada kesempatan ini, saya akan menjelaskan beberapa alasan untuk dapat mencintai diri sendiri.

1.      Menjadi seorang juru masak bukanlah hal yang mudah. Banyak sekali orang yang meremahkan pekerjaan itu. Pada saat saya kecil saya sering melihat ibu saya memasak dan saya juga ikut membantu beliau dan saya juga belajar menu-menu masakan baru, saya rasa pekerjaan dibalik dapur sangat asyik ditambah saya sangat senang memasak. Pada waktu itu saya sedang tergila-gila membuat sajian makanan ringan yaitu crepes, saya hampir setiap hari mengolah makanan ringan tersebut. Dari sana saya berfikir ‘’Wah asyik juga ya bekerja dibalik di balik dapur, memasak menu yang saya suka setiap hari dan dihidangkan ke banyak orang”. Maka mulai saat itu, saya menetapkan tekad untuk menjadi salah satu orang yang bekerja di bidang Perhotelan maupun di bidang Tata boga. Motivasi saya sangat besar untuk dapat bekerja pada bidang ini. Maka dari itu saya memasuki perguruan tinggi Universitas Brawija, Fakultas Pendidikan Vokasi, Program Studi Manajemen Perhotelan.

 

2.      Self Love adalah sesuatu yang penting untuk kita, passion dan kepercayaan diri adalah point utama bagi seseorang untuk dapat menemukan jati dirinya. Menerima diri kita apa adanya serta bersyukur atas apa yang kita miliki saat ini merupakan dasar yang utama bagi kita untuk dapat menerima diri ini apa adanya. Merasa insecure pasti sangat sering dialami oleh kita, terutama saya. Saya bukan seseorang yang tampan, tidak terlalu pandai dan saya pun juga bukan berasal dari keluarga yang berada. Saya sering merasa diri ini tidak pantas untuk dimiliki seseorang, bahkan saya sering menyalahkan diri sendiri. Semua berubah Ketika saya mulai perlahan bangkit, saya mencari tau apa sih yang saya cari di dunia ini? Ketampanan? Pasti juga akan luntur, karena kita akan menua pada waktunya. Terus apa sih? Sebenernya semua ada dipikiran kita. Overthinking akan sesuatu yang sebenenernya nggak terjadi secara terus-terusan. Itu merubah mindset kita, saya mulai menghakimi diri sendiri pada akhirnya saya tidak berkembang. Dan saya memutuskan untuk mulai merubah mindset saya, saya mulai menanamkan rasa self love kepada diri saya dengan mulai mencintai diri saya apa adanya. Saya mulai memperhatikan segala aspek dalam diri saya dan saya mulai menghargainya. Karena pada dasarnya tidak ada orang yang sempurna di dunia ini. Kita harus mengalah kepada ego kita, jangan sampai karena rasa gengsi yang tinggi kita jadi kalah dan melupakan kebahagiaan diri kita. Jadi, yuk mulai memahami diri sendiri.

 

3.      Dan yang paling penting, bersyukur. Kita tengok atas untuk memperbaiki diri kita agar menjadi lebih baik dan kita tengok bawah untuk senantiasa mensyukuri segala nikmat hidup ini. Semua ada porsinya masing-masing. Kita terima apa yang kita miliki, dengan itu kita tidak akan merasa terbebani. Hidup itu pilihan, tergantung bagaimana cara kita menikmatinya. Sebagai seorang manusia biasa, kita harus berjuang Bersama diri kita sendiri. Karena pada akhirnya hanya diri kita sendiri yang ada untuk kita. Orang lain hanya sebagai pacuan. Dan mulai sekarang, kita harus bisa legowo atas apa yang kita miliki. Mencintai diri sendiri dengan segala kekurangan dan kelebihan yang kita miliki. Jangan pernah mengatakan kita tidak bisa, karena ‘’There is a dream there is a way’’ dimana ada niat disitu ada jalan. Yuk love yourself ! terima diri kita apa adanya dan mulai mencintainya.

Komentar